Kabarminang – Jemaah Tarekat Syatariyah di Jorong Galuduo, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, melakukan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan pada Kamis (19/2/2026). Pengamatan dilakukan secara kasat mata sebagai bagian dari tradisi yang telah berlangsung setiap tahun.
Wali Nagari Koto Tuo, Irvan Darwin, mengatakan rukyatul hilal secara tradisional dengan mata telanjang merupakan praktik yang terus dipertahankan oleh jemaah Tarekat Syatariyah di daerah tersebut.
“Ia mengatakan melihat hilal secara tradisional dengan mata telanjang oleh jamaah Tarekat Syattariyah merupakan suatu tradisi yang sudah dilakukan setiap tahunnya,” ujar Irvan.
Menurutnya, pengamatan dilakukan sebelum waktu magrib di lokasi yang dianggap strategis untuk memantau kemunculan bulan sabit muda. Lokasi itu menjadi titik pemantauan rutin setiap menjelang masuknya bulan suci.
“Ia mengatakan melihat bulan itu bertujuan untuk menentukan awal masuknya bulan ramadan, jamaah tarekat satariyah yang melihat hilal itu dibawah tuanku Ismet Ismail hal itu dilakukan menandai masuk satu ramadhan,” katanya.
Irvan menambahkan, tradisi rukyatul hilal tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal yang masih dijaga oleh sebagian masyarakat setempat. Praktik ini tetap dilaksanakan meskipun pemerintah secara nasional menetapkan awal Ramadan melalui sidang isbat.
Selain rukyat secara kasat mata, ia menyebut penentuan awal puasa oleh Tarekat Syatariyah juga menggunakan metode hisab secara tradisional.
















