Kabarminang — Akses jalan Malalak–Bukittinggi, tepatnya di Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur, Agam, kembali dapat dilalui kendaraan roda dua sejak Jumat (20/2/2026). Pembukaan tersebut bersifat sementara dan diberlakukan pada jam-jam tertentu.
Camat Malalak, Ulya Satar, mengatakan akses jalan dibuka terbatas dan dapat dilalui pada pukul 17.00–08.00 WIB serta 12.00–13.00 WIB.
“Di luar jam tersebut, pengendara diminta menunda perjalanan atau menggunakan jalur alternatif lain. Ini masih jalan sementara, kondisinya masih berupa material tanah dan bebatuan, belum menggunakan aspal,” ujarnya kepada Sumbarkita, Minggu (22/2).
Ia mengatakan pembukaan akses itu hanya diperuntukkan bagi masyarakat Malalak, termasuk aparatur sipil negara (ASN), pelajar, serta masyarakat yang beraktivitas dari Malalak ke Bukittinggi.
Ia melanjutkan, kebijakan tersebut juga diambil untuk mendukung pemulihan kembali ekonomi masyarakat Malalak pascabencana 2025.
Ia mengatakan saat ini pengerjaan di lokasi masih berlangsung. Pengguna jalan yang melintas di ruas Malalak–Bukittinggi diimbau tetap berhati-hati.
“Kami mengimbau kepada pengendara untuk mematuhi arahan petugas di lapangan serta memperhatikan kondisi cuaca dan badan jalan saat melintas. Utamakan keselamatan,” imbuhnya.
Diketahui, jalur Malalak–Bukittinggi rusak akibat banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025.
















