“Sejak kabar kematian itu tersebar di kampung, banyak warga yang melayat ke rumah orang tua Febri,” ucap Roni.
Selain itu, kata Roni, warga bergotong royong untuk menggali kuburan untuk Febri di tempat pemakaman umum di Jorong Pincuran Tujuh Selatan. Ia menyebut bahwa warga sudah mendapatkan konfirmasi dari orang tua FDA bahwa jenazah mahasiswa itu akan langsung dikuburkan jika sudah disalatkan di Padang. Namun, jika belum, katanya, jenazah tersebut akan disalatkan dahulu, lalu dikebumikan.
Roni menginformasikan bahwa anggota keluarga FDA yang berangkat ke Padang untuk menjemput jenazah ialah ayah dan kakak korban.
Hingga kini Roni belum mendapatkan informasi tentang penyebab FDA mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
Sebelumnya, Kepala Polsek Pauh, AKP Edi Harto, mengatakan bahwa FDA ditemukan dalam kondisi tergantung pada tali di pintu kamar mandi kosannya pada Sabtu (11/4/2026) pagi. Pihaknya mendapatkan laporan itu pukul 9.30 WIB.
Ia menginformasikan bahwa jenazah FDA kali pertama diketahui oleh pemilik kos, Mesi (25 tahun). Mesi mendatangi kamar FDA karena diminta bantuan oleh orang tua korban, yang tidak menghubungi pemuda tersebut.
Saat tiba di lokasi, Mesi sempat memanggil dan mengetuk pintu kamar, tetapi tidak mendapatkan jawaban. Karena curiga, ia kemudian membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Setelah membuka pintu, Mesi terkejut melihat FDA tergantung di dalam kamarnya dengan bau menyengat.
Di kamar kosan FDA polisi menemukan sebuah pesan yang diduga ditulis tangan oleh mahasiswa itu dalam buku. Dalam pesan tersebut FDA meminta siapa pun yang menemukan catatan itu untuk membuka ponsel miliknya.












