Dalam kesehariannya, kata Is, Edi tidak memiliki penghasilan tetap. Untuk makan, Edi terkadang mengandalkan pemberian orang. Jika ada pekerjaan yang bisa dikerjakan di sekitar pasar, Edi akan mengambilnya, misalnya menjadi kuli angkut untuk mendapatkan uang makan.
“Kalau ada yang kasih makan, ya dia makan. Kalau ada kerjaan di pasar, seperti mengangkat barang, dia kerjakan. Dari situ untuk makan,” ujarnya.
Is mengaku cukup sering melihat Edi dalam kondisi seperti itu. Meski demikian, katanya, Edi tidak banyak bercerita tentang kehidupannya. Edi hanya terlihat menjalani hari-harinya dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, termasuk beristirahat di masjid. Karena itu pula, Is mengenali Edi ketika mengetahui kabar seorang lansia ditemukan meninggal dunia di dalam Masjid Mutathahhirin pada Rabu sore.
Is beberapa kali melihat Edi melaksanakan salat di masjid tersebut. Warga sekitar juga mengaku sudah mengenal keberadaannya karena pria itu kerap datang untuk beribadah dan beristirahat.
Kini cerita tentang seorang lelaki tua yang selama ini terlihat sederhana di sudut-sudut kawasan pasar itu berakhir di masjid yang biasa didatanginya. Ia ditemukan meninggal dunia di tempat salat setelah mengalami sesak napas dan jatuh di kamar mandi masjid.





















