Nurasni mengatakan bahwa pihaknya mendatangi masjid tersebut setelah mendapatkan informasi itu. Personelnya menemukan korban dalam posisi telentang di tempat salat. Pihaknya kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi bersama Unit Identifikasi Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang.
“Dari pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda fisik yang mencurigakan. Namun, ditemukan adanya muntahan dari mulut korban,” tutur Nurasni.
Nurasni menginformasikan bahwa jenazah dibawa dengan menggunakan ambulans Masjid Mutathahhirin ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk menunggu keluarga menjemput jenazah dan kemungkinan dilakukan visum luar.
“Setelah keluarga korban dihubungi, keluarga meminta agar tidak dilakukan visum luar. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Jenazah diterima Deshardison, suami sepupu korban, warga Kecamatan Padang Selatan,” ucap Nurasni.
Korban kerap tidur di masjid dan emperan toko
Jauh sebelum ditemukan meninggal dunia di dalam Masjid Mutathahhirin, Syamsul Bahri alias Cun alias Edi cukup sering terlihat oleh warga di sekitar kawasan Pasar Raya Padang.
Is (45), warga Jati yang sehari-hari berjualan bawang merah di Pasar Raya, merupakan salah seorang yang beberapa kali melihat Edi. Ia mengatakan bahwa Edi kerap tidur di masjid atau di emperan toko.
Karena sering melihat Edi, Is suatu ketika mencoba mengajak pria itu berbicara. Ia menanyakan tempat tinggal pria tersebut. Jawaban Edi membuat Is terdiam: Edi sudah tidak memiliki rumah karena rumahnya terjual.
Is kemudian kembali menanyakan apakah Edi masih memiliki keluarga yang bisa menjadi tempat tinggal atau mengurusnya. Kepada Is, Edi mengaku tidak memiliki keluarga yang bersedia mengurus dirinya.





















