Pencarian awal sempat dilakukan dengan menanyakan keberadaan korban kepada warga sekitar, tetapi tidak seorang pun melihat pria tersebut keluar dari area proyek.
Saksi kemudian menyisir sepanjang saluran air hingga menemukan sepasang sandal milik korban tertinggal di dekat bibir gorong-gorong.
Saat memeriksa bagian dalam saluran menggunakan penerangan senter dan sebatang bambu, saksi mendapati bagian kaki korban berada di celah saluran air yang sempit.
Menyadari keterbatasan ruang dan peralatan untuk mengeluarkan tubuh korban secara mandiri, saksi langsung menghubungi posko Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam.
“Kondisi lorong drainase sangat sempit dan minim sirkulasi udara, sehingga proses evakuasi mengharuskan personel membongkar struktur dinding beton gorong-gorong tersebut,” jelas Fauzi.
Tim evakuasi Damkar Agam tiba di lokasi pada pukul 15.20 WIB dan berhasil mengeluarkan tubuh korban sekitar pukul 15.45 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Jenazah korban selanjutnya langsung dilarikan ke Puskesmas IV Koto menggunakan ambulans untuk pemeriksaan medis, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka di Jorong Kapalo Koto, Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam.
















