Kabarminang — Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat mencatat 10 titik rawan kecelakaan di wilayah provinsi tersebut pada arus mudik 2026. Dari seluruh lokasi yang dipetakan, kawasan Sitinjau Lauik yang menghubungkan Padang dan Solok menjadi titik dengan potensi risiko paling tinggi.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Reza Chairul, mengatakan peta kerawanan tersebut dibagi ke dalam tiga klaster jalur utama. Ketiga jalur itu yakni Jalur Lintas Barat di kawasan pesisir, Jalur Lintas Tengah yang menghubungkan Padang–Bukittinggi–Payakumbuh, serta Jalur Lintas Timur yang melintasi wilayah Dharmasraya.
Ia merinci, sepuluh titik rawan kecelakaan itu meliputi Sitinjau Lauik (Padang–Solok), Lembah Anai (Padang–Padang Panjang), Panyalaian (Kabupaten Tanah Datar), Bypass Kota Padang, Bukit Lampu (Padang), Baso (Agam), Kelok 9 (Bukittinggi–Payakumbuh), Tarusan (Kabupaten Pesisir Selatan), Bukit Pulai (Kabupaten Pesisir Selatan), dan Rimbo Panti (Kabupaten Pasaman).
“Dari 10 titik tersebut, kawasan Sitinjau Lauik yang menghubungkan Padang–Solok maupun sebaliknya menjadi lokasi dengan tingkat risiko kecelakaan paling tinggi. Kawasan ini memiliki turunan panjang dan tikungan tajam yang berpotensi menyebabkan kegagalan rem pada kendaraan serta kecelakaan beruntun,” kata Reza kepada Sumbarkita.
Reza menjelaskan, berdasarkan evaluasi kecelakaan pada tahun sebelumnya, jenis kecelakaan yang paling sering terjadi adalah tabrakan saat pengendara mendahului kendaraan serta kecelakaan tunggal akibat hilang kendali.
Menurutnya, jam rawan kecelakaan umumnya terjadi pada pukul 02.00 hingga 06.00 WIB. Selain itu, kepadatan kendaraan juga kerap meningkat pada pukul 16.00 hingga 19.00 WIB, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
“Faktor paling dominan penyebab kecelakaan ini adalah kelelahan pengemudi dan kecepatan tinggi di jalan lurus. Selain itu, hujan lebat dapat menyebabkan jarak pandang terbatas di kawasan pegunungan serta meningkatkan risiko aquaplaning,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, kata Reza, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah operasional, diantaranya menyiagakan tim urai kemacetan, memasang scotlight pada pembatas jalan, menyiapkan alat berat di sejumlah titik rawan longsor selama 24 jam, mendirikan pos pelayanan mudik, hingga menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way pada rute Padang–Bukittinggi melalui Padang Panjang.
“Utamakan keselamatan daripada kecepatan. Ingat, keluarga menanti Anda di rumah. Jika lelah, istirahatlah di pos pelayanan kami yang tersebar di sepanjang jalan,” katanya.
















