“Jual beli saat ini masih terlihat biasa saja, tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi,” katanya.
Menurut Vilar, sebagian besar masyarakat yang membeli emas di tokonya menjadikan emas sebagai instrumen investasi.
“Rata-rata kebanyakan yang membeli emas itu untuk investasi,” tuturnya.
Harga Emas 23 Karat Rp5,6 Juta per Emas
Penurunan harga juga terjadi di Toko Emas Damrah. Karyawan toko tersebut, Kamil (37), mengatakan harga emas perhiasan kadar 23 karat saat ini berada di angka Rp5,6 juta per emas.
Harga tersebut turun dibandingkan tiga hari sebelumnya yang mencapai Rp5,7 juta per emas. Sementara harga emas per gram di toko tersebut berada di kisaran Rp2,24 juta.
Untuk emas 24 karat atau emas Antam, Kamil menyebut harganya kini sekitar Rp2,6 juta per gram, turun dari sebelumnya yang mencapai Rp2,7 juta.
“Perubahan harga emas itu terjadi setiap harinya, awal bulan Agustus kemarin itu harga emas mencapai 6 juta per emas, setelah itu berangsur turun,” ujar Kamil.
Menurut Kamil, transaksi pembelian emas saat ini lebih banyak dibandingkan penjualan. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi momentum awal bulan ketika daya beli masyarakat mulai meningkat.
“Untuk saat ini lebih banyak yang beli emas dari pada menjual, terlebih saat ini kan baru awal bulan jadi lumayan banyak yang beli,” katanya.
Emas yang dibeli konsumen umumnya berupa perhiasan, seperti cincin, kalung, dan gelang.
Kamil menjelaskan pergerakan harga emas dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya kondisi pasar dan harga emas dunia. Perubahan nilai tukar dolar Amerika Serikat juga turut memengaruhi harga emas.
Berdasarkan pantauan Sumbarkita di Pasar Raya Padang pada Jumat (4/9/2026), aktivitas di sejumlah toko emas terlihat tidak terlalu ramai.
Sejumlah pedagang tampak duduk menunggu pelanggan yang datang untuk melakukan transaksi pembelian maupun penjualan emas.















