Kabarminang.com– Gunung Marapi Sumatera Barat kembali erupsi dalam waktu berdekatan. Pada Selasa (1/4) pukul 22.33 WIB, erupsi disertai dentuman keras yang terdengar hingga Kota Bukittinggi.
Namun, tinggi kolom abu tidak dapat diamati karena kondisi berawan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,6 mm dan durasi sekitar 34 detik.
Erupsi kembali terjadi pada Rabu (2/4) pukul 06.25 WIB. Kali ini, kolom abu teramati mencapai ±350 meter di atas puncak atau sekitar 3.241 meter di atas permukaan laut.
Asap berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur laut. Amplitudo maksimum tercatat 1,6 mm dengan durasi sekitar 57 detik.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, Ahmad Rifandi, menyatakan bahwa status gunung saat ini masih berada di Level II (Waspada).
“Masyarakat serta pendaki dan wisatawan diimbau untuk tidak memasuki radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas Gunung Marapi,” ujarnya.
Selain itu, warga yang bermukim di sekitar lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak gunung diminta waspada terhadap potensi lahar, terutama saat hujan.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.