Ia juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tanda-tanda awal sinkhole, seperti retakan tanah, penurunan permukaan secara perlahan, pohon atau bangunan yang miring, serta perubahan aliran air. Menurutnya, edukasi dan peran aktif masyarakat sangat penting dalam upaya mitigasi.
Sementara itu, kondisi sinkhole di Jorong Tepi hingga kini dilaporkan masih belum stabil. Wali Jorong Tepi, Salmi, mengatakan di sekitar lokasi, khususnya di area persawahan, masih ditemukan retakan tanah yang berpotensi mengalami runtuhan lanjutan.
“Beberapa titik masih menunjukkan pergerakan tanah. Kondisinya belum sepenuhnya aman,” kata Salmi kepada Sumbarkita, Kamis (8/1/2026).
Meski demikian, lokasi sinkhole justru ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah seperti Bukittinggi, Padang, hingga Pekanbaru. Rasa penasaran untuk melihat langsung fenomena lubang amblas tersebut mendorong banyak orang datang ke lokasi.
“Seiring banyaknya pengunjung, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi juga meningkat. Sejumlah pedagang terlihat mulai berjualan di kawasan sekitar sinkhole,” tutup Salmi.
















