Ia menambahkan, wafatnya dua jurnalis tersebut di bulan ramadan menjadi pengingat bagi insan pers tentang nilai pengabdian dan dedikasi dalam menjalankan profesi.
Komunitas jurnalis di Padang dan wilayah Piaman pun menyampaikan doa serta penghormatan terakhir bagi kedua almarhum.
Sejumlah rekan wartawan menyebut keduanya sebagai figur yang konsisten memperjuangkan independensi pers sekaligus menjaga solidaritas antarjurnalis.
Kepergian Andi dan Perdana Putra dalam waktu berdekatan menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik Sumatera Barat, terutama bagi rekan-rekan seperjuangan yang selama ini tumbuh bersama dalam dinamika kerja jurnalistik di lapangan.
Keduanya dikenang bukan hanya melalui karya, tetapi juga melalui jejak persahabatan dan dedikasi terhadap profesi.















