Ia mengaku sempat menyalip kendaraan rombongan dari sisi kiri ketika kondisi jalan sedang lengang. Menurutnya, manuver tersebut membuat pengemudi kendaraan rombongan terkejut hingga terjadi cekcok.
“Driver bapak polisi kaget, dia mau menyelip juga. Lalu mereka marah-marah suruh saya berhenti,” tulis pengunggah.
Pengemudi tersebut mengaku empat orang turun dari kendaraan dan menuduhnya telah membahayakan keselamatan rombongan.
Ia mengakui kesalahan karena menyalip dari sisi kiri. Namun, ia menyebut tidak terjadi senggolan antara kedua kendaraan dan mengaku telah berulang kali meminta maaf.
“Saya sudah meminta maaf berkali-kali, lalu dia memukul mata saya dengan keras sampai patah kacamata saya. Setelah memukul tanpa rasa bersalah bapak polisi yang terhormat pergi saja,” tulisnya.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pria berada di sekitar kendaraan berpelat polisi dengan nomor kendaraan yang diawali angka 9. Salah seorang pria terdengar memanggil pengemudi dengan mengatakan, “Sini, sini.”
Sementara itu, pengemudi terdengar beberapa kali mengucapkan, “Maaf pak, maaf pak.” Rekaman tersebut juga memperlihatkan aksi tarik-menarik antara pengemudi dan salah seorang pria. Adapun dugaan pemukulan tidak terlihat secara jelas dalam video yang beredar.
Propam Polda Sumbar Lakukan Penyelidikan
Menanggapi video tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Susmelawati Rosya sebelumnya mengatakan Kapolda Sumbar telah memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk menyelidiki kejadian tersebut.
“Termasuk bagaimana kronologi yang sebenarnya,” kata Susmelawati.
Ia menyampaikan, Kapolda Sumbar menegaskan setiap anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Bapak Kapolda juga kembali menegaskan bahwa tidak ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran yang akan luput dari sanksi. Siapa pun orangnya, apa pun pangkatnya, apabila terbukti melakukan pelanggaran, akan diproses sesuai ketentuan dan tidak ada yang luput dari sanksi,” ujarnya.
Susmelawati menambahkan, Polda Sumbar belum memberikan keterangan lebih lanjut karena proses penyelidikan masih berlangsung. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap insiden yang viral tersebut.















