“Setelah kejadian itu, dia malah kabur. Saya kejar, saya suruh berhenti,” ujarnya.
Menurut Teddy, perekaman video yang kemudian beredar di media sosial dilakukan setelah kendaraan tersebut berhenti.
“Terus kemudian itu, mulai divideokan oleh mereka,” katanya.
Teddy juga membantah tudingan telah melakukan pemukulan terhadap pengemudi. Ia mengatakan justru meminta anggotanya untuk tidak melakukan kekerasan ketika pengemudi tersebut turun dari kendaraannya.
“Waktu dia turun dari mobil dia mau kabur, dikejar oleh anggota saya. Malah saya yang teriak, ‘eh jangan dipukul-dipukuli, bawa sini saja, kita omongin’,” ucapnya.
Ia kemudian mengajak pengemudi tersebut berbicara di sisi kiri kendaraan.
“Lalu saya bawa ke sebelah kiri mobil. Bicara, dia bersandar ke mobil, kacamatanya jatuh. Mungkin pecah karena itu,” tuturnya.
Teddy kembali membantah telah memukul pengemudi tersebut.
“Kalau saya benar mau mukul, bisa hancur mukanya,” katanya.
Video Perselisihan Viral di Media Sosial
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan perselisihan antara seorang pengemudi kendaraan dinas dengan rombongan kendaraan berpelat polisi viral di media sosial pada Jumat (7/8/2026).
Pengunggah video melalui akun Instagram @bill_irzano mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh seorang oknum perwira Polda Sumbar. Video tersebut diunggah sekitar pukul 12.55 WIB dan kemudian mendapat perhatian dari warganet.
Dalam narasinya, pengemudi mengaku sedang menjalankan tugas menjemput Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, E. Aminudin Aziz, di Bandara Internasional Minangkabau.















