Pada Rabu (9/7) sekitar pukul 09.00 WIB, kata Dedi, keluarga kedua tersangka menyerahkan keduanya ke Polres solok. Kemudian, pihaknya menahan keduanya pada Kamis (10/7) guna penyidikan lebih lanjut setelah mengeluarkan Surat Perintah Penahanan: Sp.Han/20/VII/2025/Reskrim.
Perihal kasus kedua tersangka, Dedi menjelaskan bahwa keduanya diduga keras mengorupsi dana desa Nagari Kampuang Batu Dalam pada kegiatan fisik di bidang kesejahteraan tahun anggaran 2023. Berdasarkan hasil gelar perkara penetapan tersangka di Polda Sumbar pada 9 April 2025 dan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara oleh Inspektorat Daerah Pemkab Solok, kata Dedi, keduanya merugikan negara dalam perkara tersebut sebesar Rp305.947.000.
Dedi mengatakan bahwa kedua tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP. Atas perbuatan mereka, kata Dedi, kedua tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp200 juta.
















