Kabarminang — Sungguh malang nasib Wati Susilawati (36), Ia ditemukan nyaris tinggal rangka oleh warga di pinggir sungai irigasi Batang Tarusan, Nagari Barung-Barung Balantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 16.50 WIB. Wajah cantiknya tidak terlihat karena kepala hingga perutnya nyaris habis, konon dimakan biawak. Ia tewas karena hanyut terseret arus sungai saat dibawa kabur oleh suaminya, Evan, yang diburu warga dan polisi karena mencuri mobil ayah polisi.
Mayat Wati ditemukan oleh dua warga yang sedang mencari batu air di pinggir sungai. Kepala Polsek Koto XI Tarusan, Iptu Irfan Chandra, menceritakan bahwa kedua warga itu melihat orang dalam keadaan tidur di atas batu pinggir sungai. Mereka kemudian menghampiri orang itu dan melihat bahwa orang tersebut sudah menjadi mayat, dalam kondisi tubuh sudah rusak pada bagian kepala dan badan, serta membusuk.
“Mayat itu menggunakan celana jins biru. Identitasnya belum diketahui,” ujar Irfan.
Kedua warga tersebut melaporkan penemuan mayat itu kepada Pemerintah Nagari Barung Barung Balantai dan Polsek Koto XI Tarusan. Polisi kemudian mengevakuasi mayat tersebut ke Puskesmas Barung-Barung Balantai sebelum akhirnya dibawa ke kamar mayat RSUD M. Zein Painan.
Pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB mayat tersebut divisum luar oleh dokter dan diidentifikasi oleh polisi. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pesisir Selatan, AKP Muhammad Yogie Biantoro, mengatakan bahwa untuk mengidentifikasi mayat itu, polisi menggunakan alat bantu identifikasi pencarian wajah dan perbandingan di media sosial terhadap data identitas mayat tersebut.
Berdasarkan hasil identifikasi itu, kata Yogie, polisi memastikan bahwa mayat itu merupakan Wati Susilawati, warga Dusun Karang Anyar, RT 012, RW 003, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pihaknya mengidentifikasi mayat itu sebagai Wati setelah mencocokkan sejumlah ciri-ciri pada mayat dan wanita Bernama Wati Susilawati di media sosial.
“Terdapat tato gambar bunga di mata kaki sebelah kiri, tato di punggung sebelah kanan, tato ganbar love di pinggul sebelah kiri, cincin di jari manis sebelah kiri. Mayat tersebut menggunakan celana jins merek Martin,” tutur Yogie pada Kamis (5/2/2026).
Setelah mengetahui identitas korban, kata Yogie, pihaknya mencari tahu nomor ponsel anggota keluarga korban. Sesudah menemukan nomor tersebut, pihaknya menelepon anggota keluarga korban, yaitu adik dan paman korban, untuk memberitahukan penemuan mayat korban.
















