“Pelaku berhenti mengisi BBM di kios minyak pukul 21.00 WIB. Saat itulah warga menangkap pelaku. Setelah itu, polisi datang dan menangkap pelaku, lalu membawanya ke polsek,” tutur Feri.
Berdasarkan cerita yang ia dapatkan dari keluarga korban dan keluarga pelaku, kata Feri, masalah pembacokan itu dilantarbelakangi oleh masalah harga pusako tinggi. Ia menceritakan bahwa tanah harta pusako tinggi milik keluarga itu sudah digadaikan oleh kakak tertua di keluarga itu. Hal itu sudah disepakati oleh semua anggota keluarga.
“Namun, pelaku tetap memanen sawit yang ada di dalam tanah yang sudah tergadai tersebut. Para kakak mengeluhkan dan mengadukan perilaku pelaku kepada istri korban, yang merupakan kakak pelaku. Karena itu, korban melarang pelaku untuk memanen sawit. Pelaku tidak senang terhadap korban, kemudian membacok korban,” ujarnya.













