Kabarminang – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi merilis desain final rekonstruksi Stadion Haji Agus Salim, markas Semen Padang FC. Proyek pembangunan ulang stadion tersebut dijadwalkan mulai pada Mei 2026 dengan anggaran sebesar Rp400 miliar.
Rekonstruksi kandang Kabau Sirah ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun. Nantinya, kapasitas stadion akan ditingkatkan dari sekitar 10.000 menjadi 15.000 penonton.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengatakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat menjadi bentuk komitmen dalam mendorong kemajuan infrastruktur olahraga di Sumatera Barat.
“Alokasi anggaran sudah ada yakni Rp400 miliar untuk masa pengerjaan satu tahun hingga tuntas,” ujar Andre saat kunjungan ke Padang, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, awalnya stadion hanya direncanakan untuk direnovasi. Namun, setelah melalui kajian bersama Kementerian PU, diputuskan untuk melakukan pembangunan ulang dengan desain yang lebih modern.
Meski mengusung konsep kekinian, desain stadion tetap mempertahankan identitas budaya Minangkabau. Hal ini terlihat dari penggunaan warna khas Marawa, yakni merah, kuning, dan hitam, serta hadirnya elemen gonjong dan siluet Rumah Gadang pada bagian fasad.
Selain itu, bentuk dasar stadion mengadopsi desain Stadion Surajaya Lamongan, dengan modifikasi pada bagian atap tribun barat dan timur yang dibuat melengkung menyerupai tanduk.
Fasilitas trek lari juga tetap dipertahankan dalam desain baru tersebut.
Andre berharap proyek rekonstruksi ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga Stadion Haji Agus Salim dapat kembali menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat sekaligus meningkatkan kualitas sarana olahraga di daerah itu.















