Roni menambahkan, Bintang diwajibkan mengurus visa pelajar melalui Kedutaan Besar China dengan melampirkan dokumen Admission Notice dan formulir konfirmasi studi, serta melakukan registrasi tepat waktu dengan batas toleransi maksimal dua minggu setelah perkuliahan dimulai.
Ia juga menyebutkan, selain tiga santri tersebut, masih ada sejumlah santri lain yang tengah dalam proses pendaftaran ke berbagai kampus luar negeri dan menunggu hasil kelulusan. Sementara itu, pilihan kampus bagi Syifa dan Nabila masih menunggu hasil seleksi Program Beasiswa Garuda.
Menurut Roni, ICBS Payakumbuh memiliki tim khusus yang mendampingi santri dalam melanjutkan studi ke luar negeri, mulai dari proses pendaftaran hingga persiapan ujian.
“Kita di sekolah ada tim yang mengurus kelanjutan santri belajar di luar negeri, baik untuk kampus di Timur Tengah atau negara lainnya,” katanya.
Pendampingan tersebut meliputi pemberkasan, persiapan akademik, hingga santri dinyatakan lulus seleksi perguruan tinggi.
Saat ini, santri ICBS Payakumbuh telah tersebar di 12 negara, di antaranya Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Tunisia, Libya, Yaman, Turki, Tiongkok, Jepang, Singapura, Australia, dan Malaysia. Seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui jalur mandiri dengan pendampingan pihak sekolah.
“Pendaftaran dilakukan pihak sekolah bersama santri yang mendaftar, kita lengkapi semua berkas dan persyaratan,” tutupnya.















