Ia menyebutkan, dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah dan DPRD Pessel untuk kontingen mencapai Rp2,185 miliar. Anggaran tersebut berbentuk hibah uang tunai dan difokuskan untuk kebutuhan utama selama pelaksanaan Porprov.
“Penggunaan dana difokuskan penuh pada tiga aspek utama, yaitu transportasi, konsumsi, dan uang saku atlet selama kegiatan berlangsung,” tegasnya.
Dengan keterbatasan anggaran, KONI Pessel tidak mengalokasikan dana untuk atribut kontingen, seragam, maupun perlengkapan defile. Selain anggaran daerah, terdapat pula dukungan dana pokok pikiran anggota DPRD Sumbar sebesar Rp50 juta yang diperuntukkan bagi cabang olahraga sepak takraw.
Di sisi lain, Pessel juga menjadi tuan rumah bersama untuk dua cabang olahraga, yakni sepak takraw dan catur. Kedua pertandingan tersebut akan digelar di Gedung Painan Convention Center (PCC).
Adli menambahkan, Bupati Pesisir Selatan memberikan kewenangan kepada KONI untuk mengambil langkah finansial dalam mendukung keikutsertaan kontingen, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Inspektorat, BPKD, Tipikor, dan Kejaksaan agar skema ini sah secara hukum dan atlet bisa fokus bertanding,” pungkasnya.
Porprov Digelar di 12 Daerah
Porprov Sumbar XVI 2026 akan digelar dengan format berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Sebanyak 54 cabang olahraga dipertandingkan dengan melibatkan 12 kabupaten dan kota sebagai tuan rumah bersama atau joint host.
Ketua Panitia Pelaksana Porprov Sumbar 2026, Septri, mengatakan format tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi anggaran. Pelaksanaan Porprov tahun ini mendapat alokasi Rp12 miliar dari APBD Sumbar, jauh lebih kecil dibandingkan anggaran Porprov 2018 yang mencapai sekitar Rp46 miliar.


















