“Korban dilarikan ke RSUD Lubuk Basung pukul 18.0 WIB saat api masih membakar rumah. Dia menderita luka bakar yang cukup parah,” ucap Amrizal.
Untuk memadamkan api, kata Amrizal, warga setempat bergotong royong untuk menyiramkan api dengan ember. Hingga api padam sekitar pukul 20.00 WIB, katanya, petugas pemadam kebakaran (damkar) tidak datang.
“Menurut informasi yang saya dapatkan, mobil damkar kehabisan BBM di jalan saat menuju lokasi kebakaran,” tutur Amrizal.
Amrizal menginformasikan bahwa rumah itu milik Murniati, pensiunan kepala sekolah. Saat kebakaran terjadi, katanya, hanya ada Murniati dan suaminya, Ayani (68 tahun), di rumah. Ia menyebut bahwa Murniati tidak mengalami luka bakar, sedangkan suaminya harus dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar.
“Yang terbakar satu rumah, satu mobil, dan satu sepeda motor. Akibat kebakaran itu, rumah tinggal dinding tembok, sedangkan mobil dan sepeda motor habis terbakar,” ujar Amrizal.
Selain itu, kata Amrizal, uang dan emas yang ada di dalam rumah juga terbakar. Ia mengatakan bahwa Murniati menyimpan banyak uang dan emas di rumah karena ia merupakan orang yang dipercaya oleh banyak orang sebagai tempat menitipkan uang dan barang berharga lainnya.















