“Atas izin Pak Kabid Damkar, kami kembali ke posko,” ucap Anton.
Selain itu, kata Anton, satu mobil damkar roda empat mengalami kebocoran rem sehingga tidak dapat digunakan. Kalau mobil itu tetap digunakan, katanya, hal itu membahayakan personel damkar.
“Dalam kecepatan 80 km per jam, mobil akan sulit dihentikan karena remnya bermasalah,” ucap Anton.
Karena rem mobil itu bermasalah, pihaknya mengantarkan mobil itu ke bengkel untuk diperbaiki. Saat kebakaran terjadi, kata Anton, mobil itu sedang di bengkel.
“Kami sempat akan menjemput mobil itu di bengkel, tetapi remnya sedang dibongkar,” tutur Anton.
Wali Nagari Koto Gadang Anam Koto, Amrizal, mengatakan bahwa rumah itu terbakar sekitar pukul 17.30 WIB. Ia menyebut bahwa api berasal dari mobil Toyota Avanza, lalu menjalar ke rumah.
“Api muncul diduga karena korsleting mobil. Saat itu, suami pemilik rumah sedang berada di dalam mobil,” ucap Amrizal.
Saat api menyala, kata Amrizal, suami pemilik rumah menyiramkan air ke mobil yang terbakar. Ia menyebut bahwa istri korban sudah meminta korban untuk berhenti menyiramkan air tersebut. Akhirnya, katanya, dada dan wajah korban terbakar karena tersambar api.
















