Di polsek, kata Welly, laki-laki itu mengakui bahwa ia bersama dua rekannya, Rudi Agustian dan Ipan, mencuri mobil milik orang tua Firdaus. Ia mengatakan bahwa pencuri yang tertangkap itu berencana untuk menjual mobil tersebut ke Bengkulu.
Welly mengatakan bahwa Supriadi sudah dibawa oleh polisi ke Markas Polres Pesisir Selatan. Sementara itu, pihaknya dan warga kini masih mencari kedua rekan pencuri tersebut.
Sementara itu, Firdaus mengatakan bahwa Supriadi datang dari Bogor dan tinggal di sebuah rumah warga di Barung-Barung Balantai, Koto XI Tarusan. Selama tinggal di nagari itulah, katanya, Supriadi “menggambar” atau memantau rumah-rumah milik warga yang punya mobil.
“Dia mengajak dua temannya komplotan pencuri mobil dari Lampung untuk beraksi di Barung-Barung Belantai. Mereka pernah bertetangga di Bogor,” ucap Firdaus.
Setelah mencuri mobil tersebut, kata Firdaus, Supriadi menyembunyikan mobil itu di salah satu rumah warga di Barung-Barung Balantai, Koto XI Tarusan. Ia menceritakan bahwa Supriadi kemudian menyuruh kedua rekannya untuk membuat kunci mobil itu ke Padang. Pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 00.00 WIB, katanya, ketiga maling itu membawa mobil menuju Bengkulu.
“Mereka sudah berjanji dengan pembeli di Bengkulu,” katanya.
















