Kabarminang — Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri 1447 Hijriah sebagai momentum untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta saling memaafkan dengan tulus di tengah berbagai ujian yang dihadapi daerah.
Ajakan tersebut disampaikan saat pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Raya Ali Muhkni IKK Parik Malintang, Sabtu (21/3/2026). Dalam sambutannya, ia menyebut Idulfitri tahun ini dirasakan dalam suasana keprihatinan karena Kabupaten Padang Pariaman tengah menghadapi berbagai bencana yang berdampak pada kehidupan masyarakat.
“Sebagian saudara-saudara kita kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, bahkan harus menghadapi keterbatasan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, seberat apa pun ujian itu, tidak boleh memadamkan keimanan dan rasa syukur kita kepada Allah Swt.,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap ujian merupakan pengingat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. sekaligus menyadari bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi warga yang terdampak bencana, perlu terus ditingkatkan. Ia menilai bantuan sekecil apa pun memiliki arti penting bagi mereka yang membutuhkan.
“Kepedulian terhadap sesama, terutama bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana, harus terus ditingkatkan. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi mereka,” katanya.
Ia juga memastikan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam penanganan bencana, pemulihan infrastruktur, serta pemulihan ekonomi. Upaya yang dilakukan mencakup penanganan darurat, rehabilitasi, hingga pembangunan kembali fasilitas terdampak.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kebersamaan adalah kunci agar proses pemulihan berjalan cepat dan tepat,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa Idulfitri menjadi momen refleksi diri agar nilai-nilai Ramadan seperti kejujuran, kedisiplinan, kesabaran, dan kepedulian tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepada generasi muda, ia berpesan agar terus mengisi diri dengan kegiatan positif, memperkuat akhlak, serta menjauhi perbuatan yang dapat merusak masa depan. Ia menyebut generasi muda sebagai harapan daerah dan penerus pembangunan.
Ia juga mengapresiasi para perantau yang pulang kampung melalui tradisi “Pulang Basamo” untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga, sekaligus diharapkan tetap berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat menyongsong masa depan dengan optimisme, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membangun Padang Pariaman yang lebih tangguh, maju, dan sejahtera.
“Dengan semangat Idulfitri, mari kita bangkit bersama,” imbuhnya.















