Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengusulkan pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp70 miliar. Usulan ini muncul menyusul rusaknya sejumlah infrastruktur kesehatan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan, kebutuhan rumah sakit jiwa menjadi semakin mendesak setelah bencana memperparah kondisi layanan kesehatan, baik fisik maupun psikis masyarakat.
“Bencana tidak hanya merusak bangunan, tapi juga meninggalkan dampak psikologis yang panjang. Karena itu, keberadaan rumah sakit jiwa menjadi kebutuhan mendesak di Padang Pariaman,” kata John Kenedy Azis, Senin (2/2).
Menurut JKA, kerusakan infrastruktur kesehatan pascabencana membuat kondisi daerahnya seperti mengalami kemunduran hingga dua dekade.
“Kalau melihat kondisi sekarang, setelah bencana kita seperti mundur hampir 20 tahun. Banyak fasilitas kesehatan rusak dan layanan jadi tidak optimal,” ujarnya.
Selain pembangunan RSJ, Pemkab Padang Pariaman juga mengajukan anggaran sektor kesehatan secara keseluruhan senilai Rp187,3 miliar yang diusulkan di luar skema Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Langkah ini ditempuh agar pemulihan layanan medis dapat berjalan lebih cepat.
Dalam rincian usulan tersebut, Pemkab juga mengalokasikan Rp65 miliar untuk pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Tipe D di Nagari Pilubang, serta Rp10,7 miliar untuk relokasi Puskesmas Sintuk yang terdampak langsung bencana.
Tak hanya soal infrastruktur, JKA menyoroti masih rendahnya kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Padang Pariaman. Ia menyebut terdapat 71.629 warga yang hingga kini belum terdaftar sebagai peserta aktif.















