Saat tiba di lokasi, Mesi sempat memanggil dan mengetuk pintu kamar, tetapi tidak mendapatkan jawaban. Karena curiga, ia kemudian membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Setelah membuka pintu, Mesi terkejut melihat FDA tergantung di dalam kamarnya dengan bau menyengat.
Di kamar kosan FDA polisi menemukan sebuah pesan yang diduga ditulis tangan oleh mahasiswa itu dalam buku. Dalam pesan tersebut FDA meminta siapa pun yang menemukan catatan itu untuk membuka ponsel miliknya.
“Siapapun yang baca buku ini tolong buka HP dan WA ku. Ada pesan untuk keluargaku yang aku lakukan ini dan baca pesan WA ku.” Demikian isi pesan tertulisnya.
Edi Harto mengatakan bahwa pesan dalam WhatsApp tersebut ditulis dalam bahasa Jawa. Namun, saat itu ia belum merinci isi pesan tersebut secara detail karena sedang menyerahkan jenazah FDA kepada keluarganya di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.













