Roni mengatakan bahwa orang tua FDA merupakan orang yang berkecukupan. Ia menyebut bahwa orang tua FDA punya toko grosir di sebelah rumahnya, yang menjual barang kebutuhan sehari-hari.
Perihal kabar kematian FDA, Roni mengatakan bahwa ia mendapatkan kabar itu dari mahasiswa asal Bangun Rejo di Padang sekitar pukul 10.30 WIB. Pada pukul 17.15 WIB, katanya, kabar kematian FDA diumumkan di masjid melalui mikropon, yang didahului dengan suara sirine.
“Sejak kabar kematian itu tersebar di kampung, banyak warga yang melayat ke rumah orang tua Febri,” ucap Roni.
Selain itu, kata Roni, warga bergotong royong untuk menggali kuburan untuk Febri di tempat pemakaman umum di Jorong Pincuran Tujuh Selatan. Ia menyebut bahwa warga sudah mendapatkan konfirmasi dari orang tua FDA bahwa jenazah mahasiswa itu akan langsung dikuburkan jika sudah disalatkan di Padang. Namun, jika belum, katanya, jenazah tersebut akan disalatkan dahulu, lalu dikebumikan.
Roni menginformasikan bahwa anggota keluarga FDA yang berangkat ke Padang untuk menjemput jenazah ialah ayah dan kakak korban.
Hingga kini Roni belum mendapatkan informasi tentang penyebab FDA mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.
Sebelumnya, Kepala Polsek Pauh, AKP Edi Harto, mengatakan bahwa FDA ditemukan dalam kondisi tergantung pada tali di pintu kamar mandi kosannya pada Sabtu (11/4/2026) pagi. Pihaknya mendapatkan laporan itu pukul 9.30 WIB.
Ia menginformasikan bahwa jenazah FDA kali pertama diketahui oleh pemilik kos, Mesi (25 tahun). Mesi mendatangi kamar FDA karena diminta bantuan oleh orang tua korban, yang tidak menghubungi pemuda tersebut.













