Kabarminang – Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar pemutaran karya video pendek hasil produksi remaja peserta program Kelana Gambar Bergerak pada Sabtu (7/3/2026) di sekretariat komunitas, Korong Kasai, Nagari Kasang, Kabupaten Padang Pariaman.
Manager Program Komunitas Seni Nan Tumpah, Fajry Chaniago, mengatakan kegiatan ini menjadi penutupan dari rangkaian pembelajaran intensif bagi remaja untuk mengenal gambar bergerak sebagai medium seni visual.
“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar intensif bagi remaja untuk mengenal gambar bergerak sebagai salah satu medium dalam praktik seni visual. Melalui kolaborasi dengan Mardi Al Anhar dari KamartKost.ch, peserta tidak hanya belajar teknik dasar, tetapi juga diajak memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk berpikir, mengamati, dan bercerita,” ujar Fajry, Sabtu (7/3).
Ia menjelaskan, program Kelana Gambar Bergerak merupakan bagian dari semester pendek program Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan yang digelar pada masa jeda pembelajaran rutin.
Selama enam hari pelaksanaan, sejak 3 hingga 8 Maret 2026, para peserta mempelajari berbagai tahapan dasar produksi gambar bergerak, mulai dari pengenalan visual, sejarah gambar bergerak, praktik nirmana garis, fotografi dasar, hingga produksi video pendek secara berkelompok.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan setiap sore pukul 16.00 hingga 18.00 WIB dengan metode yang memadukan ceramah sinema, pemutaran karya referensi, praktik visual manual, diskusi, serta evaluasi bersama.
Seniman visual Mardi Al Anhar dari kolektif KamartKost.ch yang menjadi kawan belajar dalam kegiatan tersebut mengatakan program ini berangkat dari kedekatan remaja dengan teknologi digital.
“Perkembangan zaman membuat teknologi menjadi bagian dari keseharian masyarakat, termasuk remaja. Kamera menjadi titik awal yang melatarbelakangi proyek ini,” katanya.
Menurutnya, melalui kegiatan ini para remaja diajak melihat smartphone bukan hanya sebagai alat hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk memproduksi karya dan menyampaikan cerita tentang lingkungan mereka.
Pendamping kelas Kelana Akhir Pekan, Desvy Sagita R., mengatakan respons peserta terhadap kegiatan ini cukup positif. Ia menyebut pada awal kegiatan sebagian peserta sempat kebingungan memahami konsep gambar bergerak.
Namun setelah melalui praktik langsung, para peserta mulai memahami proses pembuatannya.
“Ketika peserta melihat hasil video yang dibuat dari puluhan foto yang digabungkan, mereka sangat takjub. Mereka tidak menyangka rangkaian gambar yang dibuat hampir dua jam hanya menjadi video berdurasi beberapa detik,” ujarnya.
Dalam acara penutupan tersebut, para peserta mempresentasikan karya video kolase yang mereka buat selama mengikuti program. Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok dan masing-masing menghasilkan satu karya video berdurasi maksimal dua menit.
Karya tersebut merupakan hasil eksplorasi visual yang mereka lakukan selama mengikuti program Kelana Gambar Bergerak.
Salah satu peserta, Nadya Sri Novita (15), mengatakan kegiatan tersebut memberinya pengalaman baru dalam membuat video.
“Yang paling menarik adalah bisa membuat video gambar bergerak bersama teman-teman. Kami belajar mengambil gambar, menyusun cerita, dan mengedit video sehingga menjadi karya yang menarik,” katanya.
Selain karya peserta, kegiatan penutupan juga menampilkan pemutaran karya gambar bergerak dari Mardi Al Anhar yang dibuat selama menjalani residensi singkat di sekretariat Komunitas Seni Nan Tumpah serta sejumlah karya lain yang pernah ia produksi.
Kegiatan tersebut dihadiri orang tua peserta, warga sekitar, serta sejumlah tamu undangan dan rekan komunitas seni.















