Kabarminang – Banjir kembali melanda kawasan Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (3/8/2026). Luapan Sungai Kampung Guo menggenangi permukiman warga, lahan persawahan, serta memutus sementara akses menuju jalan raya. Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) terpaksa dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Berdasarkan pantauan Sumbarkita di lokasi, hingga sore hari aliran Sungai Kampung Guo masih meluap keluar dari badan sungai dan menggenangi area persawahan warga. Sawah yang baru ditanami padi tampak terendam, sementara jalan penghubung dari permukiman menuju jalan raya dialiri arus cukup deras sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
Proses evakuasi warga dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan unsur terkait lainnya. Sejumlah warga terlihat masih berada di seberang sungai saat evakuasi berlangsung. Sebagian memilih mengungsi ke rumah kerabat yang berada di kawasan aman, sedangkan lainnya menempati musala sebagai lokasi pengungsian sementara.
Salah seorang warga, Midrizal (35), mengatakan hujan mulai mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 11.00 WIB. Menurutnya, meluapnya sungai diduga dipicu oleh kiriman air dari wilayah hulu.
“Mungkin dari arah hulu sudah hujan terlebih dahulu, karena aliran air besar datang dari arah hulu hingga air meluap dan merendam rumah warga,” katanya saat ditemui Sumbarkita di tepi sungai.
Midrizal menyebut sekitar 50 KK yang bermukim di seberang sungai telah dievakuasi sekitar pukul 14.30 WIB.
“Warga diungsikan ke musaala, ada juga yang ke rumah keluarganya yang tidak terdampak. Selain itu, saat proses evakuasi ada seorang warga yang terjatuh, kemungkinan karena panik dan tergesa-gesa. Informasinya kakinya patah dan sudah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Di tengah proses evakuasi, Sumbarkita juga menemui Bayu yang baru pulang bekerja. Ia terlihat menyeberangi jalur yang dialiri arus deras untuk menjemput kakaknya, Laras, yang masih berada di seberang sungai.
















