Ia menjelaskan bahwa meskipun peralatan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan, statusnya tetap merupakan aset negara yang harus dijaga bersama. Kehilangan komponen EWS banjir berpotensi mengganggu fungsi sistem peringatan dini, khususnya dalam memberikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan debit air sungai yang dapat memicu banjir.
Perihal pencurian peralatan itu, Ricky mengatakan bahwa hal itu perlu menjadi perhatian serius karena EWS banjir merupakan salah satu sarana penting dalam upaya mitigasi bencana di Kota Padang. Ia menerangkan bahwa keberadaan perangkat tersebut diharapkan mampu memberikan peringatan kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah penyelamatan lebih awal ketika potensi banjir terjadi.
“Masyarakat diimbau untuk ikut menjaga fasilitas kebencanaan yang telah dipasang di lingkungan masing-masing. Apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar perangkat EWS banjir atau menemukan indikasi kerusakan maupun kehilangan komponen, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang,” ucap Ricky.
Ricky menambahkan bahwa menjaga EWS banjir merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengatakan bahwa peralatan itu bukan sekadar fasilitas, melainkan juga bagian penting dari upaya melindungi keselamatan masyarakat dari ancaman bencana banjir.
Sebelumnya, komponen EWS banjir dicuri di kawasan Jembatan Rimbo Lasuang, Pasa Lalang, Kecamatan Kuranji. Sebuah aki deep cycle 12 V 100 Ah dan tiga panel surya berkapasitas 100 WP hilang. Sementara itu, di Jalan Lubuk Sarik Beringin, Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, sebuah lampu rotary LED dicuri.



















