Kabarminang — Sebuah bus angkutan merek Sarah terjun ke bawah jembatan di jalan Bukittinggi—Payakumbuh, tepatnya di kawasan Jembatan Ujung Guguk, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 15.45 WIB.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bukittinggi, AKP Muhammad Irsyad Fathur Rahman, mengatakan bahwa bus itu bernomor polisi BA 7060 CU, dikemudikan M. Efendi (31), warga Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan. Ia menyebut bahwa bus itu membawa enam penumpang.
Perihal kecelakaan tersebut, Irsyad menjelaskan bahwa bus itu melaju dari arah Payakumbuh menuju Bukittinggi. Setibanya di kawasan Jembatan Ujung Guguk, bus kehilangan kendali, kemudian masuk ke bawah jembatan.
“Berdasarkan pengakuan sopir, bus hilang kendali karena setir bus lengket sehingga tidak bisa digerakkan,” tutur Irsyad kepada Sumbarkita.
Akibat kecelakaan tersebut, kata Irsyad, penumpang bernama Evi Linda (60 tahun), wiraswasta, warga Kota Bengkulu, mengalami benturan di kepala serta memar.
“Korban duduk di bagian belakang, tepatnya pada bagian bus yang ringsek, sehingga korban mengalami benturan. Korban dibawa ke Puskesmas Baso,” ucap Irsyad.
Irsyad mengatakan bahwa lima penumpang lain tidak mengalami luka-luka dan telah pulang ke rumah masing-masing.
Irsyad menginformasikan bahwa kerugian materiil akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp15 juta. Ia menyebut bahwa kerugian itu berasal dari kerusakan mobil, yaitu bagian depan dan samping bus ringsek. Hingga kini, katanya, bus dalam proses evakuasi.




















