Kabarminang — Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) asal Pesisir Selatan, Muhammad Frans (22 tahun), hilang kontak dengan keluarganya sejak Jumat (30/10/2026) malam. Mahasiswa semester akhir Fakultas Ilmu Sosial, Program Studi Sosiologi tersebut terakhir kali berkomunikasi dengan ibunya sekitar pukul 20.29 WIB.
Kakak Muhammad Frans, Pori (39 tahun), mengatakan bahwa keluarga terakhir kali menerima komunikasi dari Frans ketika ibunya menelepon dan memintanya pulang ke rumah. Ia menyebut bahwa saat itu Frans sekitar empat minggu tidak pulang ke rumah di Timbulun, Nagari Aur Duri Surantih, Kecamatan Sutera.
“Ibunya menelepon karena sudah lama tidak bertemu. Ibunya bilang sangat merindukannya dan meminta Frans pulang,” kata Pori kepada Kabarminang.com pada Minggu (1/11/2026).
Bukannya menjawab permintaan ibunya, kata Pori, Frans tidak memberikan jawaban dan langsung memutuskan sambungan telepon. Setelah kejadian tersebut, katanya, keluarga kembali mencoba menghubunginya, tetapi nomor telepon Frans sudah tidak dapat dihubungi.
“Ibunya sangat merasa sedih akan hal itu. Namun, di sisi lain, ibunya merasa sangat khawatir akan keadaan Frans,” ucap Pori.
Pori menjelaskan bahwa Frans merupakan sosok yang cenderung tertutup. Selama ini adiknya tersebut tidak pernah menceritakan persoalan pribadi kepada orang lain, bahkan kepada anggota keluarganya sendiri.
“Frans kalau ada masalah suka menyendiri dan menghindari interaksi dengan orang lain,” ujar Pori.
Pori mengutarakan bahwa kondisi itu membuat keluarga makin khawatir karena mereka tidak mengetahui apakah Frans sedang menghadapi persoalan tertentu atau mengalami sesuatu yang membuatnya tidak bisa dihubungi.




















