Kabarminang – Massa aksi membentangkan spanduk dan mengangkat poster berisi kritik terhadap pemerintah terkait bencana ekologis di Simpang Tugu Adipura, tepatnya di depan Gedung DPRD Sumatera Barat, Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan pantauan Sumbarkita di lokasi, massa aksi berkumpul di sekitar Tugu Adipura dengan mengenakan pakaian hitam. Mereka membawa sejumlah poster yang menyoroti persoalan lingkungan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penanganan bencana ekologis di Indonesia.
Salah satu spanduk yang dibentangkan bertuliskan “Hutan Terbakar Rakyat Terlantar”. Spanduk tersebut juga memuat tulisan “Rezim Prabowo-Gibran” dan “Bencana Nasional”.
Selain itu, massa membawa poster bertuliskan “Iklim Genting Negara Sinting”, “Diam Berarti Tenggelam”, “Indonesia Krisis Ekologis”, “Karhutla Menjadi Tradisi”, dan “Rakyat Dipaksa Adaptasi”.
Di tengah aksi, dua peserta terlihat berada di atas Tugu Adipura. Keduanya mengenakan topeng dan mengangkat tangan sambil menunjukkan tiga jari. Salah seorang peserta yang mengenakan topeng juga terlihat membuka bajunya. Pada bagian baju tersebut terdapat tulisan “Pulihkan NKRI”.
Salah seorang peserta aksi yang akrab disapa Ajo mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk ekspresi masyarakat sipil yang menilai kondisi negara saat ini sedang tidak baik-baik saja.
“Dengan kondisi negara saat ini hutan terbakar, negara hanya diam, padahal Prabowo Gibran sudah dua tahun menjabat namun kondisi negara tidak kunjung ditangani,” ujarnya.
Ajo juga menyoroti kabut asap akibat kebakaran hutan yang menurutnya berdampak terhadap masyarakat. Ia menilai masyarakat seolah-olah diminta beradaptasi dengan kondisi tersebut, alih-alih persoalan lingkungan ditangani secara serius.


















