Kabarminang – Prosesi adat melewakan gala atau pengukuhan gelar adat Datuak Rang Kayo Basa di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menuai polemik. Prosesi yang berlangsung pada Rabu (21/10/2026) itu diwarnai aksi penghadangan oleh sebagian anggota kaum dari pemangku gelar sebelumnya.
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Facebook Netty Yaharni. Rekaman itu memperlihatkan suasana memanas saat prosesi adat berlangsung.
Keterangan unggahan menyebut pengangkatan Datuak Rang Kayo Basa yang baru telah melalui proses adat yang panjang dan sesuai dengan aturan nagari.
Menurut Netty, pemangku gelar sebelumnya pada dasarnya telah menyetujui pengangkatan penerusnya. Namun, penolakan muncul dari sebagian anggota kaum datuak sebelumnya sehingga prosesi tersebut diwarnai penghadangan.
“Pengangkatan datuak yang sekarang sudah melewati proses yang panjang sehingga diangkat jadi datuak. Dari datuak yang sebelumnya juga sudah setuju untuk pengangkatan datuak yang baru, hanya saja sebagian kaum dari datuk yang lama (yang menolak/menghadang),” tulis Netty Yaharni dalam kolom komentar.
Meski demikian, penjelasan tersebut merupakan keterangan dari Netty Yaharni. Belum ada keterangan dari pihak yang melakukan penghadangan maupun pemangku gelar sebelumnya mengenai polemik tersebut.



















