Kabarminang – Bayi berusia lima bulan bernama Bilal, asal Kelurahan Tanjung Pauh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, harus berjuang di ruang perawatan intensif Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP Dr. M. Djamil Padang akibat perdarahan otak serta gangguan fungsi hati dan empedu yang dialaminya.
Di tengah kondisi tersebut, ayah Bilal, Novri Juandi (46), yang kesehariannya bekerja sebagai tukang servis HP, terkendala biaya pengobatan yang mencapai Rp150 juta.
“Saya berharap anak saya bisa sembuh. Namun, keterbatasan biaya pengobatan menjadi beban berat bagi kami,” tuturnya kepada Sumbarkita, Jumat (16/10/2026).
Ia mengatakan, kondisi Bilal mulai memburuk pada Kamis (8/10/2026) malam. Saat itu, Bilal mengalami muntah dan demam. Kemudian, pada Jumat (9/10/2026) pagi, Bilal tidak merespons dan menolak diberi ASI.
“Karena khawatir dengan keadaannya, kita membawanya untuk diperiksa oleh bidan terdekat dan dirujuk ke RSIA Annisa Payakumbuh. Dari pemeriksaan awal, dokter menyampaikan bahwa Bilal mengalami keracunan bilirubin hingga kondisinya memburuk, tidak sadarkan diri, dan mengalami kejang sebanyak tiga kali,” katanya.
Ia melanjutkan, pada 10 Oktober 2026, Bilal juga harus menjalani transfusi darah satu kantong. Ia menyebut, setelah dirawat di RSIA Annisa Payakumbuh, Bilal dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Minggu (11/10/2026).
“Kami membawa Bilal menggunakan ambulans karena kondisinya sudah tidak sadarkan diri,” ujar Novri.
Setibanya di RSUP Dr. M. Djamil, Bilal langsung menjalani pemeriksaan menyeluruh, termasuk CT scan kepala. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perdarahan di otak dan harus segera dioperasi. Ia menyebut, hasil pemeriksaan lainnya juga menunjukkan adanya masalah pada fungsi hati dan empedu Bilal sehingga dokter.

















