“Setelah pemeriksaan tersebut, Bilal masuk ruang PICU pada malam harinya dan masih dirawat hingga sekarang,” katanya.
Ia melanjutkan, kondisi Bilal sempat kembali memburuk pada Kamis (15/10/2026) malam. Kemudian, keesokan harinya, kadar hemoglobinnya tercatat 8,8 sehingga Bilal kembali membutuhkan transfusi darah.
Ia menyebut, saat ini Bilal tidak sadar dan harus bergantung pada berbagai alat medis, termasuk alat bantu pernapasan dan alat bantu pemberian makanan.
“Tanda dia sakit sudah terlihat sejak bayi tersebut berusia tujuh hari. Saat itu, seluruh tubuh Bilal tampak menguning dengan kondisi yang hilang timbul. Namun, sempat membaik, namun sekarang seperti ini,” tuturnya.
Di tengah upaya pengobatan, Novri mengaku keluarganya juga menghadapi kendala karena Bilal belum memiliki BPJS Kesehatan. Ia bersama istrinya sudah beberapa kali berusaha mengurus kepesertaan tersebut, tetapi belum berhasil.
“Saya dan ibunya sudah beberapa kali berusaha mengurus BPJS untuk Bilal, tetapi belum berhasil. Sekarang kami hanya bisa berusaha agar Bilal mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan,” katanya.
Ia memperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp150 juta untuk memenuhi biaya pengobatan hingga operasi Bilal. Di tengah kondisi tersebut, Novri berharap ada bantuan dari masyarakat agar anaknya bisa terus mendapatkan perawatan yang diperlukan.
“Kami berharap setiap bantuan dan doa yang diberikan dapat membantu meringankan beban pengobatan Bilal. Semoga Allah Ta’ala memberikan kesembuhan kepada anakn kami dan membalas setiap kebaikan para donatur dengan pahala berlipat ganda,” ujarnya.

















