Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengusulkan pengembangan jaringan listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) untuk masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses kelistrikan.
Usulan tersebut disampaikan Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat dalam forum Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan dari Pemerintah Daerah serta Fasilitasi Penyiapan Lahan dan Penyelesaian Perizinan di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Kamis (1/10/2026).
Dalam forum tersebut, Rahmat didampingi Kepala Dinas Perhubungan Padang Pariaman Zahirman dan Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Padang Pariaman Mulyadi.
Kegiatan itu dihadiri Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misna, perwakilan Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, pimpinan PT PLN (Persero), ESDM Provinsi Sumatera Barat, serta kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Program Lisdes merupakan program pemerintah bersama PLN untuk memperluas akses listrik hingga wilayah pedesaan, daerah terpencil, serta kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum terjangkau jaringan listrik secara optimal.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemerataan energi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam forum itu, pemerintah pusat dan PLN memaparkan rencana pengembangan layanan kelistrikan desa di Sumatera Barat. Sebanyak 91 lokasi usulan Program Lisdes tercatat tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Seluruh usulan tersebut selanjutnya akan melalui tahapan verifikasi, sinkronisasi data, serta proses administrasi sesuai ketentuan. Program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.
Rahmat mengatakan Pemkab Padang Pariaman telah melakukan pendataan terhadap masyarakat yang membutuhkan akses listrik dan menghimpun ratusan usulan dari sejumlah wilayah.
“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengucapkan terima kasih atas Program Lisdes ini. Program ini sangat membantu masyarakat kami yang hingga saat ini masih mengalami keterbatasan akses listrik. Berdasarkan pendataan yang telah kami lakukan, terdapat 578 usulan yang dihimpun, dengan sekitar 127 calon penerima manfaat yang tersebar di enam nagari untuk diusulkan dalam program ini,” ujar Rahmat.
Ia berharap pemerintah pusat dan PLN memberikan pendampingan teknis kepada pemerintah daerah dalam proses penginputan dan pengajuan data. Menurutnya, pendampingan diperlukan agar usulan yang disampaikan sesuai dengan persyaratan dan mekanisme yang telah ditetapkan.
“Kami berharap adanya pendampingan dalam proses pengusulan sehingga data yang disampaikan benar-benar sesuai dan kebutuhan masyarakat yang telah kami inventarisasi dapat terakomodasi melalui Program Lisdes ini,” tambahnya.
Rahmat menilai ketersediaan listrik tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga berpengaruh terhadap berbagai aktivitas masyarakat.
Akses listrik, kata dia, turut menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan layanan kelistrikan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Padang Pariaman akan mengikuti coaching clinic yang dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya. Kegiatan tersebut difokuskan pada pendampingan teknis pengisian dan pengajuan usulan Program Listrik Desa.
Pendampingan itu diharapkan dapat memastikan seluruh data yang diajukan memenuhi ketentuan sehingga usulan kebutuhan listrik masyarakat Padang Pariaman dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku.





















