Kabarminang — Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar The 4th Annual International Conference of Imam Bonjol Library (AICIBLib) sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat peran perpustakaan. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Library Visit Day tersebut berlangsung di J Building, Kampus III UIN Imam Bonjol Padang pada Kamis (17/9/2026).
AICIBLib ke-4 menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri, yakni Shamila Mohamed Shuhidan dari UiTM Malaysia dan Muhammad Prabu Wibowo dari Universitas Indonesia. Selain itu, hadir narasumber dari UIN Imam Bonjol Padang, yaitu Aulia Rahmat, Nurul Fadhilah Khair, Zulfitri, dan Lailatur Rahmi. Seminar internasional tersebut dimoderatori oleh Sefri Doni.
Ketua panitia, Zulfitri, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, pustakawan, dan berbagai kalangan, baik secara luring maupun daring.
“Semoga seminar ini melahirkan gagasan dan inspirasi yang dapat diterapkan di lingkungan kita masing-masing,” ujarnya.
Kepala UPT Perpustakaan, Fadhila Nurul Husna Zalmi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengangkat tema “Inclusive Knowledge Ecosystem: Libraries, AI, and Gender Equity in the Digital Age.”
Menurut Zulfitri, tema tersebut mengingatkan bahwa perpustakaan tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi harus menjadi ekosistem pengetahuan yang inklusif dan terbuka bagi semua.
Di tengah perkembangan artificial intelligence (AI), Zulfitri mengatakan bahwa masyarakat juga perlu mampu memanfaatkannya secara bijak untuk mendukung pekerjaan, memperluas akses pengetahuan, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai kampus Islam, UIN Imam Bonjol Padang juga berkomitmen mendorong kesetaraan dalam akses terhadap ilmu pengetahuan, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
Dalam sambutannya, Lukmanul Hakim menyampaikan bahwa keberlanjutan AICIBLib menjadi bagian dari komitmen UIN Imam Bonjol Padang untuk terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan literasi.
Menurutnya, tema yang diangkat pada AICIBLib ke-4 merupakan tema yang sangat visioner dan relevan dengan perkembangan perpustakaan di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung tiga pesan utama yang saling berkaitan, yaitu inklusivitas, AI, dan kesetaraan gender.
“Ketiga hal ini merupakan bagian dari wajah masa depan perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang,” ucapnya.
Lukman berharap konferensi internasional tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan gagasan, tetapi juga mampu melahirkan gerakan-gerakan perpustakaan yang inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan akses pengetahuan yang lebih luas bagi seluruh masyarakat.
Melalui AICIBLib ke-4, Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang terus mendorong penguatan budaya literasi dan pengembangan perpustakaan sebagai ekosistem pengetahuan yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.





















