Kabarminang — Dua orang nelayan terjebak di laut setelah kapal payang yang mereka gunakan mengalami kerusakan mesin di sekitar perairan Sikabau, Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Kamis (17/9/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa kedua nelayan itu bernama Dani (28 tahun) dan Agusrianto (35 tahun), warga Pasaman Barat.
Pihaknya menerima laporan kejadian tersebut dari Pos SAR Pasaman pada pukul 08.32 WIB. Ia menyebut bahwa Pos SAR Pasaman menerima laporan itu dari Dani, salah seorang nelayan yang terjebak itu. Ia menyampaikan bahwa kapal tersebut bertolak untuk melaut sekitar pukul 03.50 WIB. Dalam perjalanan, saat kapal berada di kawasan perairan sekitar Sikabau, mesin kapal rusak.
Setelah menerima laporan, kata Abdul, Pos SAR Pasaman berangkat menuju lokasi pada pukul 08.43 WIB dengan membawa sembilan personel.
Abdul menginformasikan bahwa lokasi kapal berada sekitar 20 mil laut dari dermaga RIB 03 Pasaman dengan waktu tempuh melalui laut diperkirakan sekitar satu jam. Sementara itu, perjalanan dari Pos SAR Pasaman menuju dermaga membutuhkan waktu sekitar 50 menit melalui jalur darat.
“Operasi pencarian dilakukan untuk memastikan keberadaan dan keselamatan dua nelayan yang berada di kapal paying yang mengalami gangguan mesin. Tim bergerak menuju lokasi berdasarkan titik koordinat dan informasi terakhir yang disampaikan nelayan,” tutur Abdul.
Abdul menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah operasi saat laporan dibuat berupa kabut asap. Ia menyebut bahwa kecepatan angin tercatat sekitar 4 knot yang diperkirakan akan mengganggu jarak pandang tim dalam melakukan pencarian.
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan operasi melalui koordinasi Pos SAR Pasaman dan personel yang diberangkatkan. Pihaknya akan menyampaikan informasi mengenai hasil pencarian maupun kondisi kedua nelayan setelah tim memperoleh perkembangan dari lapangan.

















