Kabarminang – Gedung Padang Teater di kawasan Pasar Raya Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, yang selama ini sepi pengunjung direncanakan kembali diaktifkan sebagai pusat kuliner sekaligus ruang kreativitas masyarakat, khususnya anak muda.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan, pengaktifan kembali Padang Teater tidak hanya berkaitan dengan penataan pedagang, tetapi juga ditujukan untuk menghidupkan kembali nilai historis kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai lokasi bioskop legendaris dan pusat perdagangan buku bekas.
“Di kawasan Padang Teater itu sekarang kan yang ada cuma tiga usaha yang tinggal, pedagang buku bekas, tukang jahit, dan pedagang burung. Sekarang kan kondisinya sepi pembeli, jadi dengan adanya perencanaan ini kita berharap kawasan itu ramai pengunjung,” ujarnya.
Ia melanjutkan, pendataan dan sosialisasi kepada pedagang untuk rencana tersebut telah dimulai sejak akhir Agustus 2026. Pihaknya juga telah memasang spanduk di dua titik kawasan yang menjadi bagian dari rencana penataan, yakni pusat kuliner di Padang Teater dan terminal angkot di kawasan Gedung Blok C IWAPI.
Ia mengatakan pedagang yang nantinya menggunakan tempat tersebut tidak dikenakan biaya sewa.
“Setiap pedagang yang memakai tempat itu tidak ada membayar sewa sama sekali, hanya membayar retribusi tiap bulannya mulai dari 110 ribu sampai 125 tergantung kondisi tempatnya,” katanya.
Selain menjadi lokasi aktivitas pedagang, kawasan tersebut juga direncanakan menyediakan ruang bagi masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan kreatif. Ruang tersebut dapat digunakan berbagai kalangan, termasuk komunitas dan mahasiswa.
“Selain pedagang kita juga memberikan ruang bagi anak muda untuk berkreativitas di gedung Padang Teater, seperti dijadikan untuk tempat latihan berbagai seni, diskusi dan lain sebagainya. Penggunaan ruang untuk kegiatan kreativitas tersebut tidak dipungut biaya,” ucapnya.
















