Kabarminang – Puluhan alat berat diduga beroperasi di kawasan tambang emas ilegal di tepi Sungai Batang Kapur, Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (5/9/2026).
Hal itu disampaikan seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Ia mengatakan, aktivitas penambangan berlangsung setiap hari dengan alat berat yang terlihat bergantian masuk ke kawasan tersebut.
“Untuk hari ini aja lebih 30 alat berat yang ada di lokasi, sepanjang aliran sungai yang ada di Galugua sampai ka Muaro Sungai Lolo Pasaman, setiap titiknya itu sekurang-kurangnya ada 8 alat berat,” tutur pria itu kepada Sumbarkita, Sabtu (5/9/2026) malam.
Ia mengatakan, akibat aktivitas tersebut, kondisi Sungai Batang Kapur menjadi keruh dan alirannya sampai ke Kabupaten Kampar, Riau.
“Selain bantaran tepi sungai yang dikeruk, lahan kebun warga di sekitar lokasi juga terdampak, pohon yang ada di kawasan itu ditebang, kemudian tanah dikeruk dengan ekskavator untuk mencari emas,” tuturnya.
Ia mengatakan, tanah yang berada di dekat galian juga kerap berjatuhan seperti longsor. Bahkan, menurutnya, material tanah tersebut dapat jatuh ketika warga melintas di kawasan tersebut.
Sumbarkita juga menerima sebuah video yang memperlihatkan aktivitas alat berat yang bekerja pada malam hari di kawasan itu. Dalam rekaman tersebut, alat berat terlihat melakukan aktivitas penggalian di area terbuka yang dipenuhi material tanah, lumpur, serta sejumlah genangan air.
Pada video itu juga terlihat sejumlah lampu penerangan digunakan untuk mendukung aktivitas di lokasi pada malam hari.















