Kabarminang – Pemerintah Kota Bukittinggi mulai melakukan pembenahan halaman Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) sebagai upaya meningkatkan kualitas kawasan wisata agar lebih tertib, aman, nyaman, dan representatif bagi masyarakat maupun pengunjung.
Penataan TMSBK menjadi salah satu program prioritas daerah Kota Bukittinggi pada 2026 berdasarkan Keputusan Wali Kota Bukittinggi Nomor 188.45-133-2026 tentang Kegiatan Prioritas Daerah Tahun 2026.
TMSBK memiliki sejarah panjang. Kawasan tersebut telah hadir sejak awal 1900-an dan dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda dengan nama Stormpark.
Pada 3 Juli 1929, kawasan tersebut dikembangkan menjadi kebun binatang dengan nama Fort De Kocksche Dieren Park. Selanjutnya, melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 1995, kawasan tersebut secara resmi dinamakan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) hingga saat ini.
Sepanjang sejarahnya, TMSBK telah beberapa kali mengalami pembenahan dan pengembangan untuk meningkatkan daya tarik wisata. Sejumlah fasilitas yang pernah dibangun di kawasan tersebut di antaranya kandang harimau, kandang burung raksasa atau kandang aviari yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, serta zona reptil pada 2021.
Pada 2026, Pemko Bukittinggi kembali melakukan penataan, khususnya pada bagian halaman TMSBK. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Bukittinggi.
Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi, Rofie Hendria, mengatakan pembenahan halaman TMSBK bertujuan mengembalikan fungsi lahan sebagai fasilitas umum sekaligus meningkatkan dan mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia.
Selain itu, penataan dilakukan untuk menyediakan ruang terbuka yang lebih tertata, meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, serta meningkatkan daya saing pariwisata Kota Bukittinggi.
“Pembenahan mulai dilaksanakan pada 3 September 2026 dengan anggaran sebesar Rp1,7 miliar. Pengerjaan ditargetkan selesai dalam 100 hari. Proses pembenahan dilakukan dengan mengganti beberapa tatanan halaman TMSBK, seperti mengganti paving block dengan batu alam agar ramah bagi anak-anak, disabilitas dan para pengunjung,” ungkapnya, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, pembenahan tersebut diharapkan dapat menciptakan kawasan TMSBK yang lebih nyaman dan mudah diakses oleh seluruh pengunjung. Penataan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas fasilitas wisata seiring dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan sektor pariwisata.
Dengan pembenahan tersebut, Pemko Bukittinggi berharap TMSBK tidak hanya mempertahankan nilai sejarahnya, tetapi juga semakin mampu memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan menarik bagi wisatawan.
















