Kabarminang — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia (RI), TB. Ace Hasan Syadzily, menyampaikan lima pesan terkait nalar kritis dan kesadaran geokultural kepada 1.630 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.
Pesan tersebut disampaikan dalam kuliah umum Lemhannas Goes to Campus yang mengusung tema “Nalar Kritis dan Kesadaran Geokultural untuk Merawat Politik Kebangsaan” di Aula Gedung J UIN Imam Bonjol Padang pada Kamis (3/9/2026).
Ace Hasan mengatakan bahwa lima pesan tersebut menjadi instrumen pertahanan intelektual bangsa.
Pertama, ia mengajak mahasiswa merawat nalar kritis dengan cara menguji informasi, memahami konteks, serta menjaga kebebasan berpikir yang disertai tanggung jawab kebangsaan.
Kedua, mahasiswa diminta membangun kesadaran geokultural dengan mengenali Indonesia bukan hanya melalui peta, tetapi juga melalui manusianya.
Ketiga, Ace Hasan mengingatkan pentingnya menjadikan empat konsensus dasar bangsa sebagai kompas moral, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Keempat, mahasiswa diminta memiliki wawasan Nusantara dan kesadaran geopolitik dengan melihat Indonesia dalam lingkungan strategis regional dan global.
Kelima, ia berpesan agar mahasiswa menjadi pemimpin yang memiliki watak negarawan.
Dalam kuliah umum tersebut, Ace Hasan memberikan contoh geokultural yang terdapat dalam falsafah Minangkabau, yaitu “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”. Falsafah tersebut menunjukkan identitas keagamaan dan kebudayaan dapat membentuk karakter sosial tanpa harus kehilangan orientasi kebangsaan.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, menilai bahwa tema “Nalar Kritis dan Kesadaran Geokultural untuk Merawat Politik Kebangsaan” sangat relevan dengan tantangan saat ini.
Ia menekankan pentingnya membangun generasi yang mampu berpikir kritis sekaligus menjaga kesantunan dan nilai kebangsaan, terutama di tengah derasnya disinformasi di ruang digital.
Setelah kuliah umum bersama Lemhannas, UIN Imam Bonjol Padang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Lemhannas RI.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam wawasan kebangsaan, pengembangan kapasitas dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa, penelitian strategis, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis nagari.
















