Kabarminang — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode ke-52 UIN Imam Bonjol Padang mulai terlihat melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan masyarakat di sejumlah nagari.
Kegiatan tersebut antara lain keagamaan, pendampingan usaha, literasi keuangan, hingga kegiatan kepemudaan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Hal itu terlihat dalam kegiatan monitoring dan supervisi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Imam Bonjol Padang di Nagari Mundam Sakti, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, dan Nagari Kurnia Koto Salak, Kecamatan Sungai Rumbai, Dharmasraya.
Supervisi di Sijunjung dilaksanakan pada 9–10 Agustus 2026. Sementara itu, supervisi di Dharmasraya dijadwalkan pada 11–12 Agustus 2026.
Untuk wilayah Sijunjung, tim monitoring terdiri atas Abdullah Khusairi, Syamsir, Herman Syakhiki, dan M. Yusuf, M. Sementara itu, supervisi di Dharmasraya melibatkan Wakidul Kohar sebagai ketua tim, Abdullah Khusairi, Fahmil Hidayatullah, Herman Syakhiki, dan M. Yusuf.
“Kita sangat mengapresiasi berbagai kegiatan positif di lokasi KKN, juga postingan positif berbagai kegiatan di sosial media. Ini aksi nyata calon pemimpin bangsa. Mengabdi sambil menimba pengalaman,” ucap Khusairi.
Menurut Khusairi, keberadaan mahasiswa di nagari memperlihatkan bahwa KKN menjadi ruang pembelajaran dua arah. Mahasiswa belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung, sedangkan masyarakat memperoleh manfaat dari pengetahuan, kreativitas, dan energi mahasiswa.
Dalam bidang spiritual, mahasiswa ikut menghidupkan kegiatan pengajian di masjid dan surau. Kehadiran mahasiswa membuat kegiatan keagamaan semakin meriah sekaligus membuka ruang interaksi antara generasi muda kampus dengan masyarakat nagari.
Di bidang ekonomi, mahasiswa memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama dalam literasi keuangan. Pendampingan juga diarahkan pada kemampuan mahasiswa membantu pelaku usaha membuat konten produk untuk kebutuhan promosi di media sosial.
“Pendampingan terhadap UMKM menambah pengalaman dan kami juga ikut membantu pembuatan konten produk,” ujar Naufal, seorang mahasiswa KKN.
Interaksi mahasiswa dengan masyarakat juga berlangsung di posko KKN. Posko menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan warga, termasuk anak-anak sekolah yang datang untuk mengikuti berbagai kegiatan.
“Posko selalu dikunjungi adik-adik pelajar yang mau belajar menari dengan kakak-kakak mahasiswi,” tutur Rochmat, Ketua KKN di Mundam Sakti.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mahasiswa bersama pemuda nagari juga terlibat dalam berbagai perlombaan dan kegiatan kemasyarakatan.
“Kami juga membuat project percontohan bak sampah yang bisa dimanfaatkan untuk menghancurkan dengan pembakaran,” ujar Rochmat.
Tim monitoring melihat langsung mahasiswa berbaur dengan masyarakat. Perangkat nagari juga memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang telah dirancang dan dijalankan mahasiswa.
Bagi LP2M UIN Imam Bonjol Padang, kondisi tersebut menjadi bagian dari konsep An-Nahl Berdampak, yakni mendorong KKN agar kehadiran mahasiswa menghasilkan pengalaman belajar sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Supervisi juga dilakukan untuk melihat perkembangan program, mendengar pengalaman mahasiswa, serta memperoleh masukan dari masyarakat dan perangkat nagari. Evaluasi KKN dilakukan berdasarkan dinamika yang berlangsung di lapangan.
Agenda supervisi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Periode ke-52 UIN Imam Bonjol Padang Tahun 2026 yang ditetapkan melalui keputusan Rektor tentang Tim Pelaksana KKN Periode ke-52.














