Kabarminang – Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat menggelar kuliah umum bertema Islamic Civilization and Global Peace yang mengangkat peran nilai-nilai Islam dalam membangun perdamaian di tengah berbagai konflik kemanusiaan yang masih terjadi di dunia. Kegiatan tersebut menghadirkan Cultural Counselor of the Embassy of the Islamic Republic of Iran, Dr. Yahya Jahangiri Suhrawardi, sebagai narasumber.
Kuliah umum yang berlangsung di Hall B UM Sumatera Barat, Kamis (6/8/2026), diikuti sivitas akademika dan menghadirkan ruang diskusi mengenai hubungan antara peradaban Islam, nilai keadilan, serta upaya mewujudkan perdamaian global melalui pendekatan kemanusiaan.
Wakil Rektor I UM Sumatera Barat, Dedi Satria, mengatakan dunia saat ini masih menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian bersama. Menurutnya, berbagai konflik yang terjadi di sejumlah negara menjadi pengingat pentingnya membangun dialog yang mampu melahirkan perspektif baru mengenai peradaban Islam dan perdamaian.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga memperkenalkan falsafah masyarakat Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” sebagai nilai yang memadukan adat dengan ajaran Islam. Menurutnya, filosofi tersebut selama ini menjadi landasan masyarakat Minangkabau dalam membangun kehidupan yang harmonis, toleran, dan damai.
Perdamaian Bukan Sekadar Tidak Ada Perang
Dalam pemaparannya, Dr. Yahya Jahangiri Suhrawardi menegaskan bahwa perdamaian tidak dapat dimaknai hanya sebagai kondisi tanpa peperangan.
Menurutnya, sebuah negara yang tidak sedang berkonflik belum tentu telah mencapai kedamaian yang sesungguhnya apabila masih terdapat ketidakadilan maupun persoalan kemanusiaan yang belum terselesaikan.
Ia juga mengajak peserta melakukan refleksi terhadap implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, apabila suatu peradaban mengatasnamakan Islam tetapi belum mampu menghadirkan kedamaian, maka diperlukan pemahaman yang lebih utuh terhadap ajaran Islam itu sendiri.
Dalam kuliah umum tersebut, Dr. Yahya juga menyinggung hubungan Indonesia dan Iran yang menurutnya telah terjalin melalui kerja sama di bidang akademik dan kebudayaan.















