Ia menyebut saat ini terdapat ratusan warga Indonesia yang berada di Iran untuk berbagai kepentingan, termasuk pendidikan. Menurutnya, hubungan antarmasyarakat kedua negara menjadi salah satu jembatan penting dalam memperkuat kerja sama kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Ketika membahas dinamika hubungan internasional, Dr. Yahya menekankan bahwa yang terpenting bukanlah keberpihakan kepada negara tertentu, melainkan keberanian menjunjung nilai kebenaran dan menolak segala bentuk kezaliman.
Menurutnya, keadilan harus menjadi pijakan bersama dalam menyikapi berbagai persoalan global agar perdamaian yang berkeadilan dapat diwujudkan.
Amal Saleh dalam Kehidupan Sosial
Dr. Yahya menjelaskan Al-Qur’an memberikan perhatian besar terhadap konsep perdamaian melalui ajaran mengenai amal saleh.
Ia mengatakan amal saleh tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti membangun kehidupan sosial yang baik, menjaga lingkungan, memperbaiki tata kota, hingga menciptakan kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan bersama.
Menurutnya, perdamaian juga harus dimulai dari diri sendiri, diwujudkan dalam hubungan dengan sesama dan lingkungan, serta diwariskan kepada generasi berikutnya melalui berbagai tindakan yang membawa manfaat.
Kuliah umum tersebut dimoderatori oleh dosen UM Sumatera Barat Isral Naska dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta sejumlah pemangku kepentingan di lingkungan kampus.















