Kabarminang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 sebesar 5,53 persen. Kelompok lulusan perguruan tinggi menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran di daerah tersebut.
Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, menyampaikan bahwa meskipun jumlah penganggur secara keseluruhan mengalami penurunan tipis, tingkat pengangguran pada kelompok berpendidikan tinggi justru meningkat signifikan.
“Lulusan perguruan tinggi menyumbang porsi terbesar dari total pengangguran di Sumatera Barat yakni 28,38 persen, disusul lulusan SMA sebesar 27,17 persen,” kata Hasanudin dalam rilis resmi di Gedung BPS Sumbar, Padang, Rabu (5/8/2026).
BPS mencatat jumlah penduduk usia kerja di Sumatera Barat bertambah 18,03 ribu orang menjadi 4,54 juta orang. Namun, jumlah angkatan kerja justru berkurang sebanyak 37,75 ribu orang menjadi 3,20 juta orang.
Menurut Hasanudin, berkurangnya jumlah angkatan kerja berdampak pada penurunan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi 70,64 persen. Penurunan partisipasi kerja perempuan tercatat lebih besar dibandingkan laki-laki.
“Penurunan jumlah angkatan kerja ini memicu penurunan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja menjadi 70,64 persen, dengan penurunan partisipasi perempuan yang jauh lebih dalam dibandingkan laki-laki,” ujarnya.
Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 3,03 juta orang tercatat bekerja, sedangkan 177,13 ribu orang masih menganggur.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sumatera Barat dengan jumlah pekerja mencapai 1,01 juta orang atau 33,46 persen dari total pekerja.
















