Kabarminang — Seorang pria bernama Darwin (61) yang dilaporkan hilang setelah diterkam buaya di Sungai Paparian, Kecamatan Parik Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, ditemukan tewas dalam mulut buaya pada Rabu (20/5/2026).
Komandan Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB dengan posisi tubuhnya berada di dalam mulut buaya yang sedang berenang di sungai.
“Kami melihat korban ada dalam mulut buaya, kemudian beberapa saat setelah itu korban ditinggalkan buaya di dalam aliran sungai. Kondisi tubuh korban ditemukan dalam keadaan tidak utuh. Kaki dan tangan korban sudah tidak ada.” tuturnya kepada Sumbarkita.
Ia melanjutkan, korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi semula korban diterkam buaya. Ia menyebut, saat ini jenazah telah dievakuasi ke rumah duka di kawasan Air Jernih, Kecamatan Koto Balingka.
Operasi SAR didukung berbagai peralatan, di antaranya rescue car double cabin, motor trail, ambulans, perahu LCR, peralatan SAR air, medis, komunikasi, serta drone thermal.
Perangkat Nagari Ranah Koto Tinggi, Ali Marhot, mengatakan, peristiwa itu terjadi saat korban pergi bersama bersama Asri (48), dan Tambek (50) untuk mencari lokan di pinggir sungai tanpa melihat adanya tanda-tanda buaya.
“Saat itu kondisi sungai dalam keadaan pasang surut. Berdasarkan keterangan rekan korban, buaya muncul secara tiba-tiba dan menggigit kaki Darwin,” ujarnya kepada Sumbarkita, Rabu (20/5) malam.
















