Kabarminang — Seorang pemuda asal Ujung Gading, Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), berdemonstrasi sendiri di depan Kantor DPRD Sumbar di Padang pada Selasa (19/5/2026). Pemuda bernama Fardian Pratama itu berunjuk rasa sejak pukul 10.00 hingga 11.30 WIB untuk memprotes buruknya jalan di Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, sehingga mengakibatkan korban jiwa.
Fardian mengatakan bahwa pada Kamis (14/5/2026) seorang warga Jorong Rura Patontang bernama Irhamni (38 tahun), ditandu oleh warga menggunakan tikar dan kain sarung sejauh 3 kilometer menembus hutan dan medan berlumpur. Ia menyebut bahwa perempuan yang hendak melahirkan itu ditandu melalui hutan karena jalan rusak parah.
“Keterlambatan penanganan medis di tengah sulitnya evakuasi menyebabkan bayi dalam kandungannya meninggal dunia akibat kekurangan oksigen,” ujar Fardian.
Meskipun hanya datang berdua bersama seorang rekan yang mendokumentasikan aksinya, Fardian menegaskan bahwa tuntutan yang dibawanya sangat mendesak demi kemanusiaan. Ia mengatakan bahwa ia membawa dua poin utama untuk Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumbar. Pertama, ia menuntut pemerintah rovinsi bertanggung jawab atas kematian bayi dari seorang ibu. Menurutnya, seolah-olah negara “membunuh” bayi tersebut. Kedua, ia mendesak DPRD Sumbar untuk mendorong percepatan pembangunan jalan di Rura Patontang yang sudah lama diabaikan dan sering memakan korban jiwa.
Menurut Fardian, peristiwa itu merupakan akumulasi dari pengabaian infrastruktur yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Ia mengatakan bahwa keluhan masyarakat mengenai akses jalan di wilayah tersebut sudah berkali-kali disampaikan di tingkat kabupaten, tetapi selalu berujung pada janji politik tanpa realisasi.
“Tragedi warga yang meninggal secara tragis di jalan Rura Patontang ini bukan yang pertama kali, melainkan sudah kesekian kalinya terjadi. Namun, pemerintah daerah tidak pernah serius menanggapi persoalan ini,” tutur mahasiswa STAI-Yaptip Pasaman Barat itu.
Fardian pun memperingatkan bahwa persoalan itu merupakan panggilan hati nurani bagi elemen masyarakat dan mahasiswa. Ia yakin bahwa jika pemerintah tetap abai, gelombang protes yang lebih besar dari berbagai aliansi akan segera menyusul dalam waktu dekat.
“Harapan kami, jalan di Rura Patontang di Pasaman Barat itu segera dibangun secepatnya karena ini merupakan permasalahan klasik yang tidak kunjung selesai, sekaligus agar tidak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan,” ujar Fardian.














