Kabarminang – Prabowo Subianto kembali menunjuk Hasan Nasbi ke dalam jajaran Kabinet Merah Putih. Hasan resmi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Pelantikan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 53P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Dalam prosesi itu, Presiden Prabowo memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan yang diikuti Hasan bersama sejumlah pejabat lainnya.
“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya…,” ucap Prabowo saat mendiktekan sumpah jabatan yang diikuti Hasan.
Penunjukan ini menandai kembalinya Hasan ke lingkaran Istana. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) sejak 19 Agustus 2024, di penghujung masa pemerintahan Joko Widodo, dan sempat melanjutkan perannya di awal pemerintahan Prabowo. Namun, pada 17 September 2025, ia digantikan oleh Angga Raka Prabowo seiring perubahan lembaga menjadi Badan Komunikasi Pemerintah.
Setelah tidak lagi menjabat di PCO, Hasan dipercaya menduduki posisi Komisaris di PT Pertamina (Persero).
Hasan Nasbi lahir di Bukittinggi pada 11 Oktober 1979. Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Bukittinggi, sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) dan meraih gelar sarjana pada tahun 2004.
Karier Hasan dimulai sebagai jurnalis di Harian Kompas (2005–2006), lalu berlanjut sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik UI. Pada 2008, ia mendirikan lembaga survei Cyrus Network yang kemudian dikenal luas di dunia politik nasional.
Dalam perjalanan kariernya, Hasan juga pernah menjadi konsultan politik pada Pilkada DKI Jakarta 2012, mendampingi pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
















