Kabarminang — Sebanyak 35 pengelola homestay dan wisma di Kota Padang Panjang mengikuti pelatihan pengelolaan usaha homestay bertajuk Homestay Naik Kelas 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Allex Saputra di Gedung Pertemuan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Porapar), Kompleks PDIKM, Kamis (2/4/2026).
Allex menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan dan daya saing di sektor pariwisata. Ia menyebut homestay sebagai komponen strategis dalam pariwisata berbasis masyarakat.
“Homestay bukan sekadar tempat menginap, tetapi juga menjadi wajah keramahan daerah. Karena itu, pengelola harus mampu menghadirkan layanan yang nyaman dan pengalaman berkesan bagi wisatawan,” ujarnya.
Ia mendorong pengelola homestay untuk bekerja secara profesional, kreatif, dan berdaya saing sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Padang Panjang. Allex juga menekankan pentingnya kolaborasi antarpelaku usaha dan dukungan berbagai pihak agar homestay dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi yang baik, kita optimistis homestay di Padang Panjang akan semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Kepala Dinas Porapar, Busmar Candra, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pengelola homestay sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan dan fasilitas.
Para peserta mendapatkan materi dari akademisi pariwisata Eka Marianti dan praktisi Roby, yang membagikan pengalaman serta strategi pengelolaan homestay yang efektif dan berdaya saing.















